Kelanakids.com menawarkan berbagai materi pendidikan untuk anak-anak, termasuk mainan edukatif, worksheet, dan printable dalam format fisik maupun digital. Produk-produk ini sangat cocok untuk kegiatan homeschooling, belajar mandiri, atau pembelajaran yang menyenangkan bagi anak usia dini, PAUD, hingga TK yang berusia 2-7 tahun. Kunjungi toko kami di sini untuk mengetahui lebih banyak tentang produk kami.

Pentingnya Melatih Etika dan Sopan Santun kepada Anak Usia Dini

Halo ayah bunda kembali lagi kita untuk membahas seputar dunia pertumbuhan dan pendidikan anak usia dini. Kali ini kelanakids.com akan bahas mengenai cara untuk mengajarkan anak usia dini tentang etika dan sopan santun.

Sebagai manusia anak anak usia dini juga harus mempelajari konsep bahwa manusia tidak mendiami dunia ini sendiri.

Etika dan sopan santun merupakan salah satu skill yang harus dimiliki oleh anak dalam pertumbuhannya, terlebih lagi sopan santun merupakan cerminan dirinya dan bagaimana dia bersikap terhadap lingkungannya.

Etika sopan santun merupakan salah satu karakter yang perlu diajarkan kepada anak usia dini, namun beberapa fenomena di lapangan memberikan fakta yang berbeda, anak anak usia dini terkadang belum memiliki paham yang jelas tentang apa itu karakter, apa itu sopan santun, serta apa itu empati.

Empati dalam menghargai pendapat, pemikiran, tindakan dan keputusan orang lain.

Sehingga ayah bunda harus mengajarkan kepada anak untuk memiliki karakter sopan santun sedini mungkin.

Salah satu caranya adalah memberi contoh kepada anak. Anak usia dini belajar melalui sekitarnya lebih banyak terhadap apa yang sering mereka lihat loh..

Maka dari itu ayah bunda harus lebih berhati hati dan menjadi panutan yang baik bagi anak anak ya.

Cara Melatih Etika dan Sopan Santun kepada Anak Usia Dini

Pentingnya Melatih Etika dan Sopan Santun kepada Anak Usia Dini

Nah apa saja kira kira ajaran seperti apa yang cocok diberikan kepada anak usia dini? Simak berikut masukannya ya..

Tidak menyela dan memotong pembicaraan orang lain

Tidak menyela pembicaraan orang lain dapat melatih anak untuk membiasakan diri dalam mengelola emosinya.

Melatih anak untuk tidak menyela pembicaraan orang lain juga melatih anak untuk sabar dan lebih bijak dalam bertindak.

Tentunya ayah bunda harus memberikan contoh kepada anak dengan memberi perilaku serupa kepada anak ya.

Dengan mendengarkan apa yang sedang diupayakan anak dalam berkomunikasi juga akan memberi feedback positif pada memorinya bahwa pada saat kecil ia didengarkan dengan sepenuh hati.

Merasa didengarkan juga dapat membuat anak merasa dihargai, sehingga perasaan berharga baginya itu harapannya menjadi pedoman caranya bertindak terhadap orang lain yang sedang berbicara.

Menyikapi orang lain

Memberikan contoh saat menyikapi orang lain akan sangat berpengaruh bagi anak.

Orang lain adalah bagian dari pribadi dan sifat kedirian yang berbeda sehingga ketika anak diajarkan untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan sopan.

Diharapkan anak anak mengerti abwa terdapat varietas dan banyak perbedaan yang harus mereka toleransi, dengan berlatih menyikapi orang lain dengan baik anak juga secara tidak langsung dapat melatih sikap toleransinya.

Disiplin menepati janji

Ayah bunda sering ga sih ngerasa kecewa jika diingkari janji oleh seseorang?

Nah begitu pula anak loh ayah bunda.. mengajarkan anak untuk menepati janji adalah hal yang penting.

Karena sikap menepati janji berarti melatihkan anak untuk disiplin dan bertanggung jawab terhadap ucapan dan perbuatannya.

Mengenalkan dan melatih anak dalam menepati janji dapat dilakukan melalui hal paling sederhana salah satunya berjanji dengan diri sendiri dan orang tuanya dalam mematuhi peraturan atau jadwal sehari hari.

Etika saat berada di rumah atau daerah orang lain

Etika yang perlu diajarkan saat berada di rumah atau orang lain berarti mengajarkan anak untuk beradaptasi, serta mengenalkan anak terhadap berbagai tatanan kehidupan yang berada diluar kendalinya.

Anak perlu mengetahui konsep daerah atau rumah orang lain – diharapkan mampu mendorong anak untuk menghormati pendapat, tindakan orang lain, sebagaimana ia menghormati dirinya sendiri.

Etika Meminjam barang orang lain

Etika dalam meminjam barang orang lain berarti mengajarkan anak untuk mengetahui batasan terhadap yang bukan miliknya.

Anak anak harus mempelajari bagaimana menyimpan dan merawat barang orang lain harus dilakukan selayaknya mereka merawat miliknya sendiri.

Tanggung jawab dalam menyimpan barang yang dipinjam dapat menumbuhkan rasa hati hati dan menghormati orang lain.

Pelatihan etika sopan santun pada anak usia dini harus dilakukan, mengingat masa usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang.

Banyak pakar pendidikan mengatakan bahwa kegagalan penanaman karakter sejak dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak. Pengenalan karakter sopan santun untuk anak usia dini juga dapat dilakukan melalui cara bermain loh bund!

Permainan bermain peran

Bermain peran berarti anak harus belajar untuk menghayati dan memahami sebuah tokoh dan mensimulasikannya dalam sebuah alur cerita.

Melalui hal tersebut anak akan belajar bagaimana dia memposisikan diri menjadi orang lain, sehingga anak harus menghormati dan berperilaku serupa dengan tokoh tersebut.

Melakukan permainan bermain peran untuk melatih etika sopan santun dapat silakukan dengan stimulus dan pemilihan cerita yang baik dan mendukung.

Menurut pendapat Aini (2019) bermain peran dapat dirangsang melalui media bergambar dalam bentuk buku cerita, namun dapat pula dengan boneka-boneka, wayang, dan berbagai media agar anak belajar memahami jalan cerita yang konkrit.

Pembiasaan bercerita

Pembentukan karakter pada anak usia dini dilakukan melalui pembiasaan bercerita.

Adapun tujuannya adalah agar anak mempraktekan langsung nilai-nilai tersebut dan terbiasa untuk melakukan hal-hal yang baik dengan harapan nilai tersebut dapat terinternalisasi dalam kehidupan anak. Sesuai dengan tahap perkembangan moral anak.

Penanaman etika sopan santun bagi anak usia dini ditanamkan melalui nilai pendidikan pada anak usia dini sesuai pp.58 suplemen kurikulum mencakup empat aspek yaitu aspek spiritual, aspek personal, aspek sosial dan aspek lingkungan.

Nah kami ada rekomendasi salah satu media belajar yang bisa mengantarkan anak dalam melatih etika sopan santun nya.

Kelanakids hadir menjadi solusi sebagai media belajar anak berupa printable worksheet yang tidak hanya mendorong kemampuan anak dalam ranah kognitifnya tetapi juga melatih anak untuk memiliki kebiasaan dan kepribadian yang berbudi luhur.

Tentunya worksheet tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak ya, jadi jangan khawatir dan tunggu apa lagi !

Dapatkan printable worksheet untuk si kecil dirumah ya ! (Klik Disini)

Jangan lupa untuk follow instagram kelanakids juga ya.

Sumber :

Aini, Q. (2019). Pengembangan Karakter Sopan Santun Melalui Kegiatan Bermain Peran Pada Anak Usia Dini Di Tk Adirasa Jumiang. Islamic EduKids, 1(2), 41-48.

Leave a Comment